menagkan Negosiasi dengan psikologi negosiasi

neKunci pertama untuk melakukan negosiasi secara efktif adalah melakukan pemahaman tentang psikologi prosesnya. Psikologi negosiasi mencakup 4 ahal pokok yang akan kita uraikan satu persatu.

1.    Cara pandang terhadap tujuan negosiasi

Ternyata tidak semua prang mempunyai persepsi yang sama tentang tujuan dilakukannya negosiasi. Dari beragam persepsi, dapat ditarik garis besar persepsi menjadi dua pandangan, yaitu :

a.    Sebagai usaha bersama untuk mencapai hasil yang bermanfaat bagi semua orang.

b.    Sebagai persaingan untuk memperebutkan nilai, dimana hanya satu pihak saja yang keluar sebagai pemenangnya.

Tentu saja apapun pandangan setiap orang, itu sah-sah saja, karena pada dasarnya negosiasi menghendaki sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Namun negosiasi yang ideal adalah negosiasi yang menggunakan persepsi yang pertama. Terutama apa bila kita bernegosiasi dengan pihak atau kelompok dimana kelak kita akan sering berhadapan kepentingan dengannya. Mengapa demikian?

Papa persepsi yang pertama, akan dihasilkan keputusan yang memuaskan semua pihak. Apabila pihak lawan puas, tentu saja ini akan menjadi investasi kepentingan bagi kita. Kemungkinan kerjasama atau negosiasi menguntungkan di masa yang akan dating akan tetap terbuka. Lalu bagaimana halnya dengan persepsi kedua?

Kita bisa saja melakukan negosiasi dengan cara yang destruktif; bahkan hingga lawan benar-benar hancur. Namun di masa yang akan dating, sudah tertutup kemungkinan bagi kita untuk menjalin hubungan kepentingan. Bahkan suatu saat, mereka bisa saja merancang suatu scenario balas dendam, dan tentu saja iklim organisasi yang tidak sehat ini akan mempengaruhi kinerja kita.

2.    Mengakui bahwa orang lain merasakan hal yang sama dengan kita.

Tanpa dipungkiri, baik kita maupun mereka memiliki keinginan yang sama, yaitu mendapatkan nilai yang lebih baik.Jika ego mereka lebih besar dari kita, maka mereka akan merasa lebih kuat dari kita. Namun pada negosiasi, si keras kepala sebenarnya tidak memenangkan permainan, ia hanya merasa memenangkannya. Orang yang keras kepala cenderung bertindak statis, dimana ia tetap berada di kepentingannya dan tidak akan mendapatkan apa-apa.

3.    Kepuasan dalam menyampaikan tuntutan.

Terkadang, negosiator yang begitu terlarut dengan negosiasinya, terjebak pada suatu keadaan, dimana keberhasilan menyampaikan tuntutan lebih penting dibandingkan dengan esensi tuntutan itu sendiri.Ini adalah salah satu hal yang harus diwaspadai.

4.    Memenangkan persetujuan

Setiap orang menginginkan tuntutannya disetujui.Lalu kenapa tidak kita berikan saja? Jadi, strategi kita adalah mengesampingkan ego serta harga diri kita serta berusaha memuaskan mereka, tetapi kita tidak perlu menyetujuinya, hanya biarkan mereka berpikir seolah-olah kita menyetujuinya.

Kepuasan tersebut dapat kita ciptakan dengan mengkombinasikan kedua factor di bawah ini, yaitu :

a.    Biarkan orang lain merasa bahwa mereka mendapatkan nilai yang lebih banyak daripada yang sebenanya kita berikan.

b.    Setujui kesepakatan yang memuaskan bagi semua pihak.

Inilah yang disebut sebagai win-win solution, dimana keputusan yang dihasilkan dapat memuaskan semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: